Monday, November 01, 2010

Naira yang Menuliskannya

Terima kasih atas semua tulisan itu. Apa kau ingin mengatakan tentang memori itu? Ah, aku tidak tahu dan tidak yakin. Kalau saja benar kau masih mengingat semua itu, aku juga merasa senang. Aku bahagia untuk itu.


Ternyata, kau masih sama, seperti dulu. Aku mengulum senyumku sendiri. Kau memintaku untuk melakukan sesuatu, tanpa menggebu-gebu dan tak mau mengatakan bahwa itu sangat penting. Padahal, kau sangat ingin aku melakukannya. Haha..kadang aku berpikir, aku terlalu percaya diri. Tapi kau selalu bilang, aku harus bisa memahami sesuatu dengan hati. Sekarang pun aku mengerti.....


Aku juga masih ingat, saat kau bilang dan memintaku untuk berpikir positif tentang segala sesuatu. Terutama tentang dirimu. Dan sekarang, aku pun mengerti.....kau meninggalkan aku bukan karena rasa sayang itu telah meluruh...bukan juga karena kebencian telah menyatu dalam hatimu.... aku tahu, kau punya alasan untuk itu!

Aku harap, saat ini kau bisa bangun pagi sendiri....
Aku harap, kau tak pernah kehilangan kunci atau terkunci di dalam ruangan itu lagi....
Aku harap, sebuah sakit yang membuat kita merasa seperti hampir mati tak akan mampir lagi.... Jangan telat makan, sayangi tubuhmu, seperti kau juga menyayangi memori itu....
Tenanglah, aku sudah tak menangis lagi...
Nanti, jangan takut untuk menyakiti, karena hal itu akan membuatku lebih sakit...
Maaf, ternyata aku tak bisa menjadi seperti yang pernah ada dalam setiap khayalanmu...
Aku hanya bisa menemanimu hingga saat itu, di batas waktu...
Meski itu keputusanmu...

Oh iya, kau tak perlu khawatir....
Kau telah membuat semuanya tak pernah berakhir. Dengan semua yang pernah kau lakukan, lewat senyum, marah dan semua cerita lucumu. Aku suka itu. Terima kasih ya, karena kau sudah membuatku menjadi lebih baik, dalam tiga ribu hari itu. Wah...lama juga yah....


Satu lagi yang mungkin bisa aku harapkan tentang kamu. Semoga suamiku kelak, juga akan berterimakasih padamu, karena telah membantunya membuatku jadi lebih baik, sebelum menjadi miliknya. Semoga kelak, ia bisa menjadikan aku semakin baik. Dan...boleh tidak aku juga menitip salam untuk istrimu kelak. Maaf mungkin lancang, tapi aku hanya ingin bilang terima kasih padanya, karena telah membolehkan aku “meminjam“ kamu sebelum ia menjadi milikmu. Tentu saja, semua ini anugerah Yang Maha Pemberi Cinta.

Ah, rasanya surat ini sudah terlalu panjang….atau justru kurang panjang. Aku tidak tahu.
Lalu, aku harus mengirimkannya kemana?
Aku akan membungkusnya dengan amplop berwarna biru, tak lagi merah jambu.
Tapi aku masih terlalu lugu..untuk menyebutmu sebagai kekasihku yang dulu.

Naira melipat kembali kertas warna putih yang penuh tulisan terakhirnya untuk lelaki itu. Dan ia, tetap tidak tahu, harus mengirimkan surat itu ke mana. Rumput hijau yang terhampar di hadapnya hanya mampu mengangguk-angguk. Entah apa yang mereka katakan. Ia berharap hujan akan turun sore itu. Ia ingin menyambut senja dalam pelukan rinai hujan yang mungkin, akan menyapu semua lelah yang ia rasakan. Naira, hanya ingin berjalan dan menemui hari barunya.


Matanya kembali terang, melihat lelaki yang memilihnya menjadi istri bergulat di hijaunya rumput bersama putra semata wayang mereka. Naira bahagia. Itu saja.

Wednesday, October 27, 2010

Melelehkan Hati dan Rasa

Temen-temen bilang, foto yang aku pamerin di fesbuk, sangat monoton....makaaaaannn melulu... atau foto-foto aneh yang nggak penting. Wah padahal itu foto-foto selalu diambil di tempat-tempat unik yang pernah aku kunjungi loh. Maklumlah...kecintaan terhadap dunia jalan-jalan dan kuliner ala kantong kempes.. :P Maksudnya, yah gimana caranya kita tetep bisa makan dan jalan-jalan meski kantong kita lagi nggak tebel... *soalnya enggak bawa gembolan* *apa deh*

Aku sih, suka makanan yang unik-unik. Dan selalu pengen nyobain makanan yang belum pernah aku makan. Asalkan tidak mengandung DUREN!!!!! That’s my ENEMY!!!!!

Kali ini aku pengen berbagi sama kalian tentang satu menu, yang cukup unik, terutama menurut aku...hehehe.... namanya... Fruit Melted Sauce.... keren kan namanya. Sebenernya itu nama, aku karang sendiri, karena sang chef pun bingung untuk memberikan nama. Kenapa aku pilih nama itu? Yah sesuailah dengan bahan-bahan yang terdapat di dalamnya...

Okay... check it out...

Berbagai macam buah seperti melon, semangka, anggur, nanas, sampai stroberi ada dalam makanan yang punya nama Fruit Melted Sauce ini... ini bukan makanan pembuka atau penutup. Justru dimakan bersama nasi, hmm lebih cocok untuk menu makan malam deh. Buah-buahan dengan rasa manis dan asam itu lebih terasa lezatnya saat saus merah melumurinya. Sausnya sih, dibikin mirip sama kayak saus yang melumuri koloke gitu. Cuman, ini bawang-bawangannya kerasa banget, ada tomat buahnya juga. Ada rasa-rasa pedas sedikit menambah keserasian lidah yang bergoyang mengiringi lumatan-demi lumatan. Sluurrrpp ajib dah pokoknya.

Supaya lebih sedap, sang chef menambah lauk telur dadar. Jadi komplit deh rasanya, ada manis, asam, asin, pedes, nyampur jadi satu. Dan sausnya yang melted-melted itu loh bikin nggak mau berhenti ngunyah buah-buahan istimewa itu.

Hmmm cocok juga nih, buat ibu-ibu yang punya anak enggak suka buah. Tuh, ternyata buah-buah juga enak dimakan dengan nasi. Cobalah meramunya, tapi maaf, resep detilnya, nggak bisa dibagi sini..hehehehe....

Kalian bisa ketemu menu ini kalau kalian berkunjung ke sebuah kantor yang terletak di salah satu ujung Jakarta Selatan. Itu hanya menjadi salah satu menu spesial ala chef di kantor itu kayaknya.

Olreit, semoga bakal ada menu-menu unik lain yang bisa dibagi disini. *menunggu diri sendiri ngeces-ngeces lagi*








thanks to:
Mba Ana yang bikin chef ngijinin masakannya dipoto...mwihihihi...
Mas Aie yang rela jadi potograper alay...mwihihihihi....


Jadi, dalam tulisan ini, aku cuma modal lidah.. :P
ngetiknya??? *dikeplakkeyboardkarenabo'ong*

Tuesday, October 19, 2010

Tentang Temen Curhat


Tiba-tiba teringat masa SMA yang penuh cinta, canda dan tawa. Ketika memiliki teman dengan segala keunikan dan cara mengungkapkan rasa persahabatan yang banyak macamnya. Inget nggak sih, gimana cara yang kita pilih untuk menghindari guru nyebelin, ikut ekskul paling keren di sekolah, ngedeketin gebetan, sampe dapet bonus jajanan di kantin.

Dan yang juga pasti pernah dirasain, adalah meluapkan emosi yang kadang terlihat sangat labil. Belom lagi kalo peristiwa yang menyebalkan itu terjadi berulang-ulang. Ujung-ujungnya, adalah curhat ke temen dengan emosi yang meledak-ledak atau bahkan ngedatengin “musuh“ yang bersangkutan dan nantangin terang-terangan. Labil banget deh. *kebanyakan nonton sinetron*

Seperti yang pernah dirasakan penulis, di masa-masa SMA-nya, kira-kira tahun 2000-an (udah satu dekade bo‘!), juga pernah merasakan pahit getirnya menjadi remaja yang kadang terlalu labil, hehe..tapi nggak pernah ngegaplok anak orang kok....

Setiap kali lagi bosen, gemes, kesel dan pengen marah, aku sering banget mencorat-coret apappun yang ada di dekatku. Boleh kertas, meja, baju atau tangan aku sendiri. *ketauan deh sapa yang suka bikin meja-meja di sekolah kotor*



Misalnya nih, lagi sebel ato bosen sama guru yang ngajar, aku bakal nulis:
DENGARLAH SUARA HATIKU, AKU LELAH...
TAUKAH KAMU, AKU TAK SANGGUP LAGI BERSAMAMU

Nah, kalo lagi kesel ama temen:
I WILL NEVER TOUCH U AGAIN!!!
GO AWAY FROM ME

Ehem, trus kalo lagi jatuh cinta:
Aku bakal nulis puisi sehalaman penuh, dengan bahasa semiotika ala anak SMA. Trus, kalo buku itu abis dipinjem temen, bakal ada coretan-coretan laen yang mengikutinya. Seperti:
AKU SEDANG MERINDUI BINTANG MEMANG (ada tuh di kelasnya), emang bintang anak emak lo! --yang gak pake CAPSLOCK itu yang nambahin adalah temen-temen yang lain.
BILA SAJA WAKTU BISA MENGANTARKU MENEMUINYA (bisa2, tapi bayar yah), matre banget seh! --yang gak pake CAPSLOCK itu yang nambahin adalah temen-temen yang lain.
MUNGKIN HANYA LANGIT YANG MENGERTI....n bla bla bla..... berlanjutlah semua itu dari tangan yang satu ke tangan yang lainnya. --yang gak pake CAPSLOCK itu yang nambahin adalah yemen-temen yang lain.

Najis ya??? Haha... Terlalu.... *backsound lagu bang haji *halah

Gitu tuh, kelakuan yang terus berkembang dari jaman ke jaman. Dari mencorat-coret kertas bekas atau media apapun seadanya, sesuai perkembangan jaman kebiasaan itu pun mulai mengenal media-media yang lain seperti organizer atau binder. Di dalam buku kecil, imut itu, tiap hari adaaaa aja tulisan yang dipajang dan suka banget mejeng-mejeng dan dikomen sana sini... *bakat narcis* cuman, komennya secara lisan... jadi tuh, antar sesama teman, jadi tau sama tau gitu deh tentang apa yang dirasa atau dikerjain *ini mah curcol*

Beranjak ke binder, sampe masuk jaman mahasiswa, kegemaran itu juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. Lama-kelamaan, tulisan yang mejeng di lembar-lembar loose leaf binder itu pun menjadi FORUM DISKUSI UNTUK KALANGAN SENDIRI. Mungkin, kalo dulu curhat lewat chatting pake kertas-kertas kecil, nah di jaman mahasiswa curhat ditulis dengan gaya cerpen. Trus, dituker sama temen, dan temen itu ngasih jawaban dengan tulisan berbentuk cerpen juga, atau essay, bahkan puisi. Kebiasaan itu pun berkembang dari waktu ke waktu, sampai-sampai halaman curhat lebih tebal daripada penjelasan dosen....hehehe.... *kuliah sambilan*

Dari media tulisan tangan, lama-kelamaan berkembang ke arah digital. Dimulai dari email, group, blog lalu munculnya jejaring sosial, semacam Friendster, Facebook, Twitter, Hi5, Koprol dan masih banyak lagi yang lain.

Gimana?? Kalian juga pernah mengalami hal itu kan? Yah, walaupun nggak freak, tetep pernah nyoba kan meski sedikit. Hehe..maksa banget seh... *siram air*

Nah, kalau sudah begini, artinya mengungkapkan semua yang ada dalam hati dan otak tetap menjadi suatu kebutuhan. Kalau bahasa psikologi-nya: KATARSIS. Dimana seseorang butuh untuk melampiaskan apa yang sedang dirasakan dan dipikirkan. Entah itu sesuatu yang menyenangkan, menyedihkan, ataupun menyebalkan. Semuanya, ingin tetap diungkapkan.

Kita juga sering denger, bahwa kita dikaruniai dua telinga dan satu mulut, adalah agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Ketika orang lain sedang membutuhkan waktu untuk katarsis, kita bakal lebih bijaksana kalau kita mau mendengarnya sampai dia selesai mengungkapkan semuanya. Kadang mereka tidak butuh banyak komentar, dan bahkan mereka tak butuh solusi penuh dari kita. Bisa jadi, mereka hanya ingin didengar, dimengerti, dipahami, atau juga butuh penguatan atas keputusan yang akan diambilnya.

Baiklah, mari kita coba untuk jadi temen curhat yang baik. Seperti kertas-kertas bekas, organizer, binder, blog, dan jejaring sosial lain yang menyediakan tempat katarsis. Masa iya, kita bakal mengijinkan teman-teman, sahabat dan saudara kita untuk lebih percaya kepada banyak media daripada sama kita. Hehe... media adalah tempat untuk memublikasikan sesuatu, jangan sampai sesuatu yang nggak layak kita publikasi, justru terpublikasi tanpa sengaja dan bakal merugikan.

Olreit, let’s keep our friendship with this heart…
Hanya ingin memahamimu, hingga detik tak berteman dengan waktu... *kedip-kedip*

Thursday, October 07, 2010

Terapi Jiwa yang Labil: Dari Musik Hingga Pidgin


Then, beberapa minggu kemudian, setelah menjalani terapi buku, Luna udah agak sembuh… Ia pun melanjutkannya dengan terapi music, cukup panjang juga sih perjalanannya. Hingga akhirnya dia klik banget sama lagu Tanpa Rasa punya Cokelat dan nancep banget sama referensi dari seorang teman, lagunya Dashboard Confessional yang judulnya Belle of the Boulevard itu. Yippie…. Ajib dah.

Mengubah mind set dan lebih memilih konsentrasi sama kerjaan, bikin Luna lebih baik. Meski kadang kelabilan itu suka muncul tiba-tiba. Seperti sore itu….

Gagal nonton Wall Street karena masih harus melanjutkan trip anjangsana bersama ayah dan bunda, ternyata bikin Luna kejer juga. Sampai-sampai, keesokan petangnya, dia nekat ngelayap nggak jelas ke sebuah mall pinggiran Jakarta *sejak kapan sih dia doyan nge-mall*. Setelah gempor dan kelaperan, Luna pun bingung mo makan apaan. Dia baru inget kalau dia punya gratisan french fries dari fast food yang bangunannya didominasi sama warna kuning itu :D

Antara iya dan tidak, Luna memasuki fast food idola anak-anak itu. Sapaan waitress udah nggak bisa Luna perhatiin. Dia justru bingung mo pilih menu apa, ayam?? Hmmm kan udah lama musuhan sama ayam.. :( burger?? Tapi pengen nasi. Hadeehhhh…. Dengan segala keterpaksaan Luna pilih menu nasi ayam… :(. Mbak yang dikasir pun menyebut jumlah nominal yang harus Luna bayar. Luna keluarin duit dari dompet lah…sambil nunjukin sebuah kupon gratis French fries yang dia dapet dari toko buku tempo hari. “Sama nukerin kupon ini ya, mbak” kata Luna. Lalu, mbak kasir itu memanggil seorang rekannya, “Kak, ini masih bisa gak?” Luna ngerasa aneh aja, kok nggak langsung dilayanin aja. Justru nanya ke temennya, kan itu masa berlaku masih seminggu ke depan.

Nggak berapa lama, si mbak bilang, “Maaf, Kak, ini bisa ditukarkan untuk kunjungan berikutnya aja ya. Karena harus satu stroke pemesanan sama yang tadi,”. Luna manyun dan sedikit-sedikit ngerayu. Hmmm haduh, tau nggak sih mbak, kalo nggak ada kupon gratis ini saya juga males makan disini.. :(. Dengan berat hati Luna menerima kenyataan itu. Sepintas dia kepikiran, apa mesen satu kentang lagi yah…kan bisa dapet dua jadinya. Tapi dia mengurungkan niatnya itu, dia inget kalo tadi siang, menu lunch di kantor adalah nasi+bihun+sambel goreng kentang. Masa mo makan French fries juga..bisa-bisa mukanya mirip kentang. Hmm kentang??? *jadi inget Kakak Bukhin si Kentang, hahahaha*

Luna pengen protes sama mbak kasir toko buku yang harusnya ngasi tau: MBAK INI KUPON NGELUARINNYA PAS MO MESEN YAHHHHHH. Mungkin mbaknya nggak tahu kalo manusia yang dikasi kupon itu kondisi jiwanya sedang gundah gulana dan tidak memiliki pikiran sehat yang memadai. Mwahahahaha…

Baiklahhhh…kenyang, Luna pulang ditemani rintik hujan yang kian menderas, tapi tak lagi membuatnya meringis. It’s just romantic night with the loneliness. Love it!, batin Luna.

Nyampe di kosan, Luna berniat merajut kata dengan tinta. Ia hanya ingin bercerita tentang langit yang menemaninya meski hanya gulita yang dirasa. Ia pun mulai meraba kisah yang harus mengalir dengan tinta di lembar lain untuk tetap merangkai cerita. *horeee semiotika itu kembali *Luna beranjak sembuh*

Tiba-tiba, “Luna, here we come, with something special”. Temen kos yang juga sekantor sama Luna baru datang, dan bawa oleh-oleh katanya. Hmmm kabarnya mereka bawa ayam bakar…sisa dinner yang kelebihan…bwahahahaha…ayam?? *jantung Luna berdegup tak menentu* Karena Luna lagi sibuk curhat di telepon, dia lama banget keluar kamar buat ngambil itu yang namanya ayam bakar. Arrrgghhh Luna merepotkan salah satu teman kosnya yang kemudian rela mengantarkan sepotong ayam bakar di atas piring.. *lemparin aja mbak *anak kurang ajar, dikasih, minta dianter pula *Luna nyengir.

O-ow…ini ukuran ayam bakar untuk porsi sapa yah, batin Luna. Buat Luna sih, itu ayam gede bangettttt!!!! Sumpah dah, mungkin ayam yang dimakan upin ipin juga segede ini yah…. Luna masih nggak percaya dengan ayam bakar yang dilihatnya itu. Apa?? Makan malam ayam, besok sarapan juga ayam?? Segede ini pula?? *Menatap ayam dengan pandangan nanar*

Luna berdoa, semoga keesokan harinya, mukanya nggak kayak Pidgin…. :P

Terapi Jiwa yang Labil : Buku Lucu



Semua berawal dari kelabilan jiwa beberapa waktu lalu. Dimana diri merasa gundah gulana dan pikiran melanglang buana entah kemana. Membelah bumi, menyeberang lautan dan terdampar di sebuah pinggiran hutan. *apa deh*

Sudah menjadi kebiasaan, di saat jiwa sedang dalam kondisi yang tidak menentu. Luna membabi buta untuk sembuh dari penderitaan itu. Pengen rasanya nyari pohon mawar yang tumbuh dengan rindang, dan segera melaksanakan pembunuhan terhadap diri sendiri di pohon mawar itu. Jempol doang tapinya dicocrokin ke durinya…. *apa deh*

Beruntung kedua orangtua Luna punya anak yang tahu diri. Dalam pengembaraan jiwa yang gundah gulana, ia tak berpikir pendek untuk mengakhiri kisah hidupnya. Karena yakin nggak ada yang bakal nyentuh dan menghargai setiap karyanya kalo dia melakukan perbuatan nista itu. Luna justru terjebak dalam hiruk pikuk dan kebingungannya memilih bacaan dan lagu-lagu yang dia harap mampu melenyapkan semua nestapa di hatinya. *obbie mesakh banget seh*

Ke kanan dan ke kiri, cari referensi. “Aku pengen bacaan-bacaan lucu!“ teriak pake toak. Mulai dari komik Hagemaru, Married With Brondong, My Stupid Boss sampe Cat in My My Eyes direkom oleh beberapa kawan. Malam itu juga Luna mengobrak-abrik sebuah toko buku ternama di negeri ini. Kali ini, cabang di pinggiran Jakarta lah menjadi target operasinya, ehh Depok! Tapi gak nemu semua buku yang telah direferensi. Blasss!!!

Ada aja kali dua jam, mondar mandir…sampe Luna mo nyerah aja dengan membeli buku : Padang Bulan punya Andrea Hirata. *waduh emang bisa mikir ngebaca dalam keadaan begitu*. Hingga akhirnya Luna menemukan sebuah novel komik berjudul Married with Brondong.. yihaaaah..ini buku markocol yang direferensi seorang teman yang lagi mabok Ridho Rhoma juga..huaahahaha. Tanpa basa-basi Luna menyambar buku yang tergolong aneh itu. Selanjutnya, ia berjuang mencari satu buku Fahd Djibran yang direkom juga via sms: cat eyes fadh djibran. Otomatis, computer pencari menyebut: JUDUL YANG DICARI TIDAK DITEMUKAN. Padahal harusnya yang ditulis: Cat in My My Eyes, Fahd Djibran. Belakangan Luna tahu, itu bukan buku gokil, tapi filosofis banget *nelen ludah* untung nggak jadi… *bawa sapu mo mentung yang ngerekom *ehh. Akhirnya, Luna menyambar satu buku lagi, My Stupid Boss yang menurut si Bintang itu buku gokil banget. Yahh boleh deh, sekalian reuni ke masa-masa yang kemaren dimana Luna memiliki….ahhh ga jadi curhat deh, ntar ditangkep polisi.. :D yang jelas..bos Luna yang sekarang nggak buku itu banget dah!!!

Setelah dapet buku lucu, luna pergi ke kasir untuk menuntaskan kewajibannya a.k.a MBAYAR!! ehhh mbak-mbak kasirnya membagi satu kupon gratis French fries sebuah fast food tenar yang sempat menjadi tempat makan favorit Luna just because of sundae strawberry.. :D. lumayan sih….

Baru nyampe di kamar kos, Luna udah langsung membongkar belanjaannya, halah..nggak sabar mo ngakak sampe nungging-nungging sambil pasang headset yang membagi suara JB, Tompi, sampe Lenka yang cukup menenangkan *versi Luna loh*
bersambung

Wednesday, September 29, 2010

Ngeles ke THOLE

“Hoaaammmm…”

Luna nguap dengan lebar dan sesadar-sadarnya. Dan Luna juga tahu, ini masih jam kerja, jam empat sore lewat 12 menit. Dan lagi, mungkin bukan kesempatan yang bagus untuk nyantai dan cengok sok ngelamunin sesuatu yang berat. Tapi.... entahlah ada suatu kekuatan yang mendorongnya untuk melakukan halitu, dan Luna harap bukan kelakuan tuyul di kolong meja kerjanya, yang suka banget bikin kompinya bilang UNPLUGGED serta menuntutnya nungging-nungging untuk ngecek kabel LAN! “Hei tuyul, tau nggak sih, Luna ini bego, gak usah deh kamu kerjain gituhh“ *tapi ini cuma umpatan dalam hati loh ya*

Baiklah, sadarilah bahwa Luna is not in a good condition...dan she doesn’t know what the reason. Bahkan tiga hari kemaren Luna merasakan shaking inside yang berlebihan. Dan udah berhari-hari juga, temen-temennya bilang, Luna mendadak aneh. Selaen mengurung diri dalam kamar (hmm bukannya ini hal yang wajar yah) Luna juga karaoke abal-abal sekenceng-kencengnya di dalam kamar (ini juga bawaan orok). Seeettt...pasti mbak-mbak cantik-cantik yang berada satu atap kosan sama Luna bingung nyari spesialis THT buat mencegah jebolnya gendang telinga mereka.

Mulai dari Trouble is Friend-nya Lenka sampe Never Say Never nya Dek Justin Bieber, bikin gempa lokal di kawasan pinggiran Jakarta itu. “Tobat nduk..tobat...“

Lagak-lagaknya, Luna sedang dalam masalah besar. Ia tak sadar, waktu lagi khusyu-khusyunya berdoa, tiba-tiba sekelebat terlintas sosok THOLE. Luna jadi berpikir, apakah yang selama ini menjadi sumber ketidak harmonisan jiwanya adalah kerinduannya pada THOLE. Gak bisa dipungkiri, selama ini THOLE setia banget sama Luna. Kemanapun Luna pergi, THOLE pasti amu menemaninya. Mau panas, mo ujan, mo becek mo enggak, mo deket, mo jauh. Semua dilakukan THOLE untuk Luna. Nah kali ini….Luna benar-benar terpisah dengan THOLE. Melihat saja tak bisa, apalagi untuk menyentuhnya.

Biasanya, beberapa hari sekali, mereka kencan di SPBU, dua bulan sekali, mereka kencan di bengkel. Dan dua minggu sekai deng sepenuh hati, Luna melembutkan tubuh THOLE dan mengisi air accu untuk THOLE… *lah, THOLE itu motor to* Sedangkan kini, Luna pun tak mampu mengecup THOLE tiap malamnya.

Tau nggak sih, THOLE emang nggak bisa ngomong, tapi THOLE selalu tahu apa yang sedang dipikirkan Luna. Siapa yang nonton live Luna nyanyi-nyanyi di jalan, ngumpat-ngumpat, sampe nangis-nangis di jalanan, ya THOLE. Sekarang Luna kepengen THOLE bisa menemani Luna ke suatu tempat yang bisa bikin dia klik F5 kondisi psikisnya.

Memangnya Luna kenapa sih?

Urat sarafnya putus satu kali yah….

Baiklah..dry your eyes…dry your eyes… Don't be afraid…But keep it all inside, all inside…When you fall apart… huhuhuhuuuhu… *loh kok tambah nangis* Masih ada Dek Justin yang bakal ngajak joget-joget. Cup yah.. cup...cup...




*tidak pernah menyesal memosting tulisan kurang penting ini

Thursday, July 29, 2010

kamus (sok) gebleg....

sebagai orang dodol.. tentu saja membutuhkan kamus untuk bisa translate dalam bahasa yang kita inginkan.
sebagai orang Indonesia yang pengen belajar bahasa Inggris wajar dong kalo memanfaatkan jasa kamus online itu.
dan mungkin, sebagai orang yang kurang gaul dan agak gagap teknologi, bisa juga salah alamat dalam menggunakan kamus online itu. Mungkin juga ada situs tertentu yang punya layanan kamus online yang lebih keren daripada yang pernah dicoba Luna. Arrrggghhh....

beberapa kali, luna sudah memanfaatkan kamus online itu sebagai sarana bekerjanya. so far so fine... jarang banget orang komplain atas tulisan-tulisan yang dia bikin dalam bahasa inggris itu. tapi..nggak tau juga kalo orang lain yang udah baca juga akhirnya memaklumi atau bahkan sampe ketawa sambil nungging-nungging karena bahasa yang digunakan terasa ANEH, so WEIRD!! atau entahlah apalagi...

sampai pada suatu kali, Luna beating the keyboard with her finger (baca: ngetik) dengan menuliskan kata 'PURA-PURA'. Dan taukah apa yang terjadi???
setelah klik "translate" muncullah hasil di layar... the result is temple-temple....
astapiloh.... gak ada yang lebih kocak lagi neh kamus?? bwahahahaha.. keren!!! TOP!!!
kamusnya sih sebenenya pinter yah... gak ada yang salah... see?
yang ngetik perlu lebih terampil dan lebih gaul kayaknya....
Luna... please make up your mind!!!!
ahahaha....
thanks for any laugh and twit and verbal abuse.... haiyah....

Saturday, July 24, 2010

Lost in Keju Moo (getuk yang ilang)

aku benci kucing, tapi aku tidak benci tikus...karena tikus...juga suka keju... :D kalo mungkin aku masih sebaya dengan anak-anak umur sepuluh tahun, aku pasti juga akan berkhayal untuk hidup di istana keju... haiyah.. sekarang pun aku masih bisa berkhayal seperti itu.... nah lo... what does it mean??? *wondering*

whatever, inilah kesempatan terbaik untuk menyatukan need keanehan dan daya rasa terhadap keju... *apa maksudnya*. maksudnya, cari makanan aneh dengan ramuan keju yang emang udah biasa ajah... di KEJUMOO *manggut2*

right, berawal dari ajakan Dhito untuk ngedate pertama, setelah ia menelantarkanku selama hampir sebulan, dari janji ke dufan sampe ke kolong kwitang.. *emang ada*, entah kemana, tapi tetep mbak yang ngaku jualan minyak ini masih repot dengan tugas negara dan mengurus tabung elpiji yang meledak *loh*. @dhito: maap dhit, sedikit nggosipin kamu biar kamu nggak minder kalo ntar jadi duet sama aku.

kembali ke topik, nah akirnya kita kencan bertiga ditambah seorang teman mbak dhito. jadinya, empat kan *matematikanya 100* ada aku, dhito, chicko dan mbak puspa. kami memilih untuk menghadiri kejumoo di kawasan senayan. karena cuma sehari, dan itu diadakan pada hari sabtu, maka kita bisanya pergi di malam hari. kenapa? karena saia hari sabtu masih harus ngantor... *mereka bilang aku buruh*. setelah menempuh perjuangan panjang, sampailah kita di event KEJUMOO yang telah padat pengunjung.

dari gerbang pertama, kita muterin stan-stan yang menyediakan segala menu yang ada keju-nya. mulai dari pisang keju, martabak keju, roti gaza yang aku nggak inget namanya, trus roti cane, piramizza, getuk keju, kroket, sampe mie ayam pamulang berkeju... dan entah apa lagi. buat yang pengen dapet resep lengkapnya, klik aja di www.kejumoo.com.

waktu tinggal 2,5 jam lagi sampe batas akhir acara. mengherankan! banyak makanan yang udah abis....!!! termasuk... getuk keju yang aku buru.. untung aku bisa menahan tangis di tempat kejadian. padahal udah pengen mencak2... akhirnya mereka menghiburku dengan membagi makanan-makanan yang tidak cukup aneh, tapi menyenangkan. terima kasih ya teman-teman.

kencan kami kali ini berakhir dengan tingkat kesuksesan yang rendah. pelajaran yang bisa didapat:
1. telat ke venue karena mampir beli baju.
flashback: nyampe di plangi, harus nungguin chicko makan sambil mrithili kentangnya, lalu nemenin dia beli baju. underlined: nemenin!
2. nggak usah takut langsung ke venue sendirian kayak orang ilang, daripada keabisan makanan.
flashback: karena was-was nyasar dan ilang *eman* memutuskan untuk njemput dito n chicko di plangi, padahal angkotnya udah lewat senayan :(
3. lebih baik pilih hari minggu
ini alasan paling khusus untukku.. :D

akhirnya, dengan sangat terpaksa dan perasaan yang mengenaskan *kayak dibanting di ring ajah* aku cuma bisa ngeliatin getuk keju itu di billboard.. dan... membayangkan aku akan membuatnya sendiri.. owh.. so sweet... *tantangan berikutnya*
okay, venue kuliner selanjutnya, aku akan takluk dari egoku dan menjadi manajer untuk kalian..... *tetep nggak mau disalahin*




Thursday, July 15, 2010

Because of "Something"

Waktu itu, aku berkunjung ke suatu gedung perkantoran di kawasan Jakarta. Entah apa namanya, yang jelas, aku pikir bangunan itu sudah cukup rapi dan mendekati istimewa. Selayaknya urban lain, pasti pernah lah mengalami suatu ke-jetlag-an… sama, aku juga *sok yakin*. Waktu itu aku pengen p*p*s karena AC nya uadem bangettzzz!!! Maka, aku bertanyalah pada sang resepsionis yang cantik itu.

Aku : maaf, mbak, toiletnya sebelah mana ya?

Si Mbak: jalan ini mentok, lalu belok kiri ya.

Aku : Terima kasih

Si Mbak: Sama-sama

Resepsionis menjelaskan dengan sangat sopan. Excellent. Belom ada nilai cacat buat perkantoran ini. *jempol*

Dengan semangat aku menuju toilet yang ditunjuk oleh resepsionis itu *takut ng*mp*l*

Okey, sesampainya di “gerbang” toilet aku disambut sama mbak-mbak dan mas-mas OB yang sibuk ngepel dan ngelap2. Semua deh kerja, nggak ada yang nganggur. Begitu masuk, yang ada baunya wangi, wangi buah, tempatnya bersih. Excellent *again*.

Aku tau, ini kamar mandi dengan segala perlengkapannya, mulai dari kloset duduk, shower, dan tissue buat ngelap. Sejujurnya aku lebih seneng yang Indonesia banget, pake kloset jongkok, ember dan gayung. Tissue bisa dibawa sendiri dari rumah.

Olreit, perjuangan dimulai. Pertama, aku perhatikan sekeliling kamar kecil itu dengan seksama, apakah ada sisa-sisa yang tertinggal. Bukan remahan roti atau biscuit pastinya!!! Kebiasaan pake kloset jongkok jadi was2 kalo mau pake yang model begitu, apalagi di tempat umum *udikVSnajis*

Warna kloset itu putih, bersih ya kesannya… tapi pas aku perhatiin salah satu sisi pinggirnya… aku Cuma bisa diam, tenggorokanku tercekat, lidahku kelu!! Tau nggak apa yang aku liat???? Sisa e*k orang… lalu aku berpikir, ini pengunjungnya kira-kira ada yang balita nggak ya? *bawah lima tahun*. Kalo pelakunya orang dewasa lebih malu kali yah...

Sejak saat itu, aku jadi mikir… yang paling penting emang segala sesuatu adalah yang kita perbuat dari diri kita sendiri…don't judge the book from the cover.. *gak nyambung*. intinya, kalo mo bener, mulai lah dari diri kita sendiri.. yuuk marii...


Aku nggak nyalahin yang mana-mana, yang jelas.. aku tetep takut buat p*p*s di kloset duduk.. *nangis*

Tuesday, July 13, 2010

Ada yang Lain Soal Paul

Entah bagaimana awalnya, dunia sepakbola mampu menggeret seekor gurita Jerman (yang katanya warga Italy) dalam setiap perhelatan besar beberapa tahun terakhir ini. Nyaris semua ramalan, hmm tebakan kali ya, yapz, nyaris semua tebakan yang dia pilih jadi kenyataan. Termasuk pilihan juara dunia 2010 yang jatuh pada tim matador Spanyol.

Sebenarnya nggak ngaruh apa-apa sih, tapi dengan pikiran kotor yang baru saja melintas di benakku *lebay*, mungkin justru dia play maker di setiap pertandingan…huuuhh !!!!! Ketika dia bilang Jerman yang menang misalnya.. nah itu wasit, hakim garis, etc, harus ngarahin supaya permainan bikin Jerman menang. Bahasa kasarnya.. SUAP, KKN, ato apalah sejenisnya. Jadi…selama ini.. pertandingan yang aku tonton adalah REKAYASA???? Tidakkkkk… lari nyari pohon bunga mawar buat bunuh diri..jeb jeb jeb….

Itu cuma sebuah pikiran kotor, kalo emang bener terjadi…aku juga nggak tahu.. aku berharap, ramalan itu cuma hiburan di sela-sela dahsyatnya perjuangan setiap tim yang lolos dalam babak-babak selanjutnya.

PS: Jangan meniru tindakan pikiran yang asusila ini di mana pun anda berada.


*foto diambil dari:

http://inimu.com/berita/2010/07/10/video-paul-si-gurita-ramal-spanyol-juara-dunia-jerman-juara-tiga/

Monday, July 12, 2010

La Furia Roja Mengukir Sejarah

Akhirnya… waka-waka harus bersanding dengan tiki-taka…hakakaka… Nothing to say… Cuma say thanks buat ayahanda tercinta yang merelakan waktunya buat pick me up tiap pulang ke rumah dan melarikan diri dari tempat kos dengan alasan pengen nonton bola di rumah dan perbaikan gizi :D terima kasih ayah.. *nyengir*

Ternyata empat tahun setelah menyaksikan papa Canna menjadi kapten juara dunia, kini harus “bersama-sama” mengikhlaskan piala yang membanggakan itu untuk La Furia Roja… Tenang papa… laga Puyol mengingatkanku pada eksistensimu saat itu.. perjuangan yang tak kenal lelah… *terharu*

Mumpung masih muda *yakin* aku nggak bakal ngelewatin final match, apapun negeri yang berlaga. Semenjak masuk ke babak perempat final, aku udah rajin “escape” dari tempat kos ke rumah cuman buat belajar jadi komentator kelas lumba-lumba :D. Sok maen tarohan, padahal cuman tebak-tebakan… tapi yang kalah di final bakal pindah agama…huahahaha…dahsyat!!

Dari tiap tebakan, pasti jagoanku nggak pernah menang *sedih*. Spesialis kalah kali yak… hmm nggak juga *ngelak*. Emang sih, sejak Gli Azzuri pulang kampung, aku udah nggak punya harapan apa2, untung-untungan masih bisa ngelirik tim asuhan Diego Maradona, yang akhirnya dipaksa pulang oleh tim panser tanpa daya dan upaya.

Lalu, milih jagoan juga asal kasi semangat ajah… seperti pada Ghana, yang aku suka banget their way to celebrate the GOAL!! *ikut nari2*. Next, Paraguay, aku suka action kipernya.. remembering me to Oliver Kahn… *lebay*. Nggak ding aku salut ajah sebuah Paraguay mampu bertahan atas seonggok Espanola..halah lah lah… Dan atas kekaguman itu, berniat mengusulkan pada Robert Albert buat memboyongnya untuk Arema Indonesia *ngayal*. Selebihnya, semua jagoan gugur satu persatu… Argentiana, Ghana, Jerman, n bla bla bla…. Tebakan yang cuman nyambung untuk dua pertandingan eh, nambah satu ding waktu vote for Oranje..hihihihi….

Whatever..sebagai cewek yang sok demen bola, aku ngerasa membuang waktu kalo aku melewatkan pertandingan demi pertandingan. Nice, walopun di awal semua tim besar udah pada keok… kayaknya waka waka dan ramenya vuvuzela sanggup menggugah dan memacu adrenalin tim yang masih tersisa. Napsu buat menang pasti ada kan… dan salut juga buat tim Panser Jerman yang di setiap perhelatan akbar, mereka pasti punya satu daun muda dengan kualitas hebat dan siap bersaing di kancah persebakbolaan dunia… like Muller like Klose..hehe….

Dan…pastinya CONGRATULATION TO LA FURIA ROJA yang akhirnya mampu mengukir sejarah sebagai juara untuk kali pertama memboyong PIala World Cup 2010 dan menyandingkannya dengan Piala Eropa yang diboyong dua tahun silam setelah menaklukkan tim Panser. Uniknya, bukan Villa, Puyol, atopun Torres yang membuka pintu juara. Kali ini dengan sangat yakin Iniesta menjadi pahlawan kemenangan tim matador *jempol dua*.

http://id.sports.yahoo.com/football

Right.. banyak yang ngejagoin Spain dan akhirnya menang.. harusnya aku kebanjiran traktiran.. tapi… “Haiiii bayar utang kaliiaaaan!!!!!” loh, kok tarohan….??? “mmmm enggak kok, cuma minta traktir!!” *nyengir lalu ngumpet di kolong*



Saturday, March 20, 2010

Suami Piala Dunia

Jadi gadis pemimpi itu mengasyikkan!! Menahun, kegiatan yang tidak pernah berhenti dan tidak pernah ingin untuk dihentikan, adalah bermimpi. Tentang apa saja, yang jelas sesuatu yang membuat diri senyum-senyum sendiri membayangkan masa-masa yang akan terjadi. Wuahh spektakuler yang terbentuk atas sugesti sendiri, wkwkwkwkwk…..

Sebagai penikmat bola bau kencur, kadang aku juga punya mimpi aneh dari kegiatan persepakbolaan itu. Mulai dari jadi pemain bola, jadi psikolog sebuah tim sepak bola, atau sekadar menjadi supporter sejati yang bakal rela nonton secara langsung laga negeri Indonseia di sebuah perhelatan akbar Piala Dunia *ini sih harapan yang sangat diidam-idamkan*. Seperti saat itu....

Juni-Juli 2006

Sebuah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang merupakan tugas wajib dari kampus mengharuskan aku bergulat dengan kehidupan sosial di sebuah kawasan terpencil di ujung timur Provinsi Jawa Timur *pemindahtanganan kegagalan untuk pergi ke Sawahlunto*. Menerima tugas negara yang cukup menyenangkan *lebay* dan melelahkan, tak menghalangi naluriku untuk berjuang mendapatkan siaran Piala Dunia 2006 di Bumi Bondowoso itu.

Memaklumi tak semua warga memiliki televisi layak tonton, harus sabar menunggu pertandingan-pertandingan besar yang memikat warga untuk menontonnya juga, sehingga mereka siap pasang channel dan tentu saja siap "digerebek" sekompi mahasiswa pegila bola yang tak tahu diri *malem2 buta nebeng nonton bola*.

Untungnya, signal ponsel lumayan bisa diandalkan. Info dari rekan-rekan nun jauh di kota bisa diakses lebih cepat dan akurat. Tapi tetep, pertandingan final harus disaksikan dengan mata kepala sendiri.

Masih ingat betul, perjuangan mencari tumpangan nonton final cukup sulit. Tadinya, Koramil bakal menjadi tempat asyik buat nonton bareng begundal-begundal KKN yang aneh itu. Sayangnya, televisinya bener-bener nggak kooperatif. Hingga akhirnya, tetangga seberang menjadi pilihan terakhir meski layar tipi banyak ‘semut’nya hehehehehe…

Duduk di kursi paling depan *nyadar ukuran badan paling minim* lengkap dengan sarung, kerpus, kaos tangan dan kaos kaki, aku nangkring dengan indahnya menyaksikan setiap pose yang dipamerkan para pemain Italia dan Perancis. Maklum ingin menjadi fans Azzuri yang setia :p. Mendampingi papa Cannvaro untuk merebut gelar juara dunia lewat adu pinalti. wuiiihhhhh kereeennnn abezzzz.....

Tapi detak jantungku jadi dobel kerjanya. Sang pemilik rumah ternyata punya piaraan yang namanya kucing. Lalu, kebawelan kawan-kawan yang justru mengganggu konsentrasiku makin membuatku tidak tenang. Dikit-dikit noleh, dikit-dikit ngecek kolong kursi, dan dikit-dikit nabok temen pake bantal yang berisik bilang, "Eh, kucing, eh, kucing," padahal itu kucing lagi lelap di bawah meja. Inilah yang membuatku makin bersikeras menambah satu impian lagi. Di ajang Piala Dunia selanjutnya, empat tahun berikutnya, akan lebih aman jika aku menonton bersama belahan jiwa yang telah dimuhrimkan secara sah (baca: husband) tanpa harus was-was diributi kucing…wkwkwkwkwk…kacau!!! Bakal lebih asyik juga acara taruhan nantinya, hehehehehe…


Menjelang Juni 2010


Nah, sekarang telah sampai empat tahun berikutnya, dan ternyata aku bisa aman tanpa kucing tanpa diamankan oleh belahan jiwa yang telah dimuhrimkan itu. Pertaruhan masih akan berlangsung antara aku dan kawan-kawan di setiap penjuru dunia. Lalu, apakah masih akan bermimpi Suami Piala Dunia lagi…???? Wkwkwkwkwkwk……



Friday, January 15, 2010

Bahaya Laten Laper!!!

hehe....kadang-kadang kesadaran itu datangnya belakangan.... berarti manusia lebih suka pingsan.... ah itu kan saia.... wkwkwkwk....
kali ini sengaja menulis tentang kisah yang nyata...

saat lapar menjadi satu bagian yang paling penting dalam dunia nyata... *kalo masalah laper aja, mo bikin kisah nyata*
sebagai manusia awam yang biasa, pura-pura bisa analisis, mengamati bahwa untuk masalah laper yang terjadi pada perut, kayaknya orang juga nggak bakal pake acara tawar-menawar.... apapun bakal dilakukan, mulai dari makan di mana saja, merayu, mbaik-mbaikin orang, "ngerebut" punya orang sampe yang namanya jadi "jahat".... hmmmm nakutin ahh....
daripada ngebayangin yang enggak-enggak... yuk mari mesam-mesem mantengin yang di bawah ini..... :p




gambar ini diambil dengan sengaja, di tengah keramaian, tanpa maksud apa-apa.... aku heran... nasi bungkus yang mereka makan rasa apa ya? beraroma apa? itu yang di tengah-tengah jalan kan ampas kotornya kuda..... ihhhhhh......
tuch kan, orang jadi nggak peduli apapun, demi yang namanya perut....
katanya, sumber kehidupan itu otak... *katanya sapa juga nggak tau*
tapi, tanpa mengisi perut, otak juga nggak bisa kerja *jadi inget pepatah TANPA LOGISTIK TIDAK DAPAT BERPIKIR LOGIS*
tapi lagi, entahlah apa jadinya ketika makhluk Tuhan yang paling cute macam kita semuwa ni memasukkan apapun dengan cara apapun untuk meredam rasa lapar di perut....
bukannya berpikir logis, malah tambah semrawut......kekenyangan bisa menurunkan daya konsentrasi.... orang jadi bertindak ngawur dan serakah.... jadi kebayang satu stiker yang nempel di almari bos saia.... AWAS!! BAHAYA LATEN KORUPSI *nggak ngerti maksudnya*


PS:
maaf, tulisan ini dibuat semrawut, seruwet penulis yang lagi pengen klik "F5"... merci bien.... :)