Wednesday, May 11, 2011

Ada Cerita di Masa Ke Tiga


Ada suatu masa yang bagi Meyra terlalu menyenangkan untuk dilewatkan tanpa sebuah ritual yang biasa ia lakukan. Begitu juga kali ini, suatu titik masa yang tak ingin dilewatkannya begitu saja. Bahkan, Meyra memiliki ketakutan yang berlebihan, untuk melewati masa itu sendirian.

Suatu masa yang memang penuh arti, seperti tahun-tahun sebelumnya. Begitu banyak yang terjadi, dan terurai di masa itu. Dan mungkin, ini pertama kalinya aku harus melewatinya dengan cara yang sangat berbeda, tanpa ada cerita tentang dia. Ah ternyata aku salah, Tuhan lah yang lebih tahu dan paham bagaimana memperlakukan makhlukNya. Kadang, aku menakut-nakuti diriku sendiri dengan berpikir terlalu buruk tentang sebuah rasa sedih yang sempat menyinggahi sudut hati.

Betapa Tuhan telah memberi lebih tentang apa yang pernah kita minta. Pasti aka nada bahagia, jika mampu menjaganya. Paling tidak, aku bisa melewati suatu masa yang aku pikir akan menjadi sangat berat dengan segala rasa yang aku alami. Ya, mungkin aku terlalu berlebihan. Jujur saja, aku takut melewatinya. Apalagi, sendirian. Tapi ternyata, Tuhan Yang Maha Baik selalu memberikan apa yang kita butuhkan, tepat pada saatnya.

Meyra meneteskan air mata. Bukan, bukan sedih. Ia hanya terharu. Mungkin, suatu kali nanti ia juga akan sama terharunya ketika mendapati sebuah rasa yang mungkin sangat luar biasa di hatinya. Bahagia.

Saturday, April 09, 2011

You Took My Heart Away

http://cipacupacups.blogspot.com/2010_06_01_archive.html

Shaking inside!

Ini kata kuncinya. Tapi entah memiliki sebuah perspektif postif ataukah negatif. Sebenarnya tidak ingin mengotak-kotakkan sesuatu, tapi hanya ingin memahami tentang apa yang terjadi. Kenyataannya aku memang masih disini. Mendekat pada yang pekat dan terasa jauh dengan yang membasuh peluh.

Tak ada yang berkeinginan untuk membuktikannya sebagai sesuatu yang ternyata dipaksa. Aku pikir ini adalah sebuah fakta bahwa hati ini sudah terbuka. Dan cukup membuat aku bahagia. Meski aku terbata-bata saat harus mengucap kata….CINTA.

Pertemuan, bukanlah sebuah rencana manusia. Semua itu, adalah catatan Tuhan saja. Iya, meraba dengan cara apapun, kita tetap saja tak akan mampu menduga-duga, atau bahkan merekayasa. Entah apa yang menjadi garis yang harus kita jalani. Dan tak pernah aku duga, aku pun bertemu dengannya.

Tak membutuhkan waktu yang lama, aku pun berniat memahaminya, mencoba mendekat dengan asanya dan berusaha mendapati senyumnya. Bahkan setiap hari. Apa ini yang namanya jatuh hati? Ah, sudahlah, aku pun belum mengerti, hanya mencoba memahami.

Hingga kala berselang, aku mulai mendapati rasa sayang, mungkin juga kasih sayang. Kadang, juga merasa takut bukan kepalang, beradu dengan bimbang hingga batin pun tak jarang berperang. Ah, sudahlah, aku mencoba mengakuinya. Itu saja.

Semoga apa yang ada di depan nanti, bisa merajut mimpi, dan menyatukan hati.

Meski aku tak tahu, bagaimana harus menepati janji.

Aku, hanya akan melewati garis yang ditentukan Illahi.

Sampai nanti.


Aku, Meyra, menulisnya, di masa ke-dua, setelah yang pertama, untuk dia saja. Aku masih berharap, akan ada masa ke-tiga, dan bisa menuliskannya selalu, dan selamanya, cinta.